3 years ago, Posted by: tudios

Universitas Airlangga Menuju TOP 500 World Class University

Melalui semboyannya Excellence with Morality, Universitas Airlangga terus berproses untuk melebarkan sayapnya. Menjelang usianya yang ke 63 tahun, Universitas Airlangga menduduki peringkat 701+ QS World University Rankings dan terus berbenah diri untuk mencapai Top 500 World Class University pada tahun 2019. Dalam mencapai tujuannya tersebut, semua elemen dan seluruh sumber daya manusia (civitas academica, staf pendidik, alumni, pemerintah dan masyarakat luas) haruslah bersinergi.

Faktor pertama dan utama yang perlu diperhatikan terutama bagi civitas academica yakni perlunya perubahan paradigma berfikir. Pemahaman bahwa kampus hanyalah dijadikan sebagai tempat dan ajang perlombaan, dimana setiap mahasiswa bertarung untuk sebuah status ‘menang dan kalah’ dan pada akhirnya, para ‘pemenang’ lah yang yang berhak menggunakan toga, berbaris rapi untuk digeser tali toganya oleh rektor dan akhirnya tersemat gelar akademik dalam namanya. Jangan jadikan Universitas Airlangga sebagai arena pertandingan yang hanya menghasilkan “menang-kalah”, tetapi jadikanlah almamater ini sebagai wadah petualangan tak henti serta gudang pengalaman yang tak mungkin dapat ditemukan di tempat lain.

Kedua, ketika muncul paradigma bahwa Universitas Airlangga merupakan sebuah wadah petualangan tak henti dan gudang pengalaman, maka langkah selanjutnya yang dapat dilakukan adalah terus bergumul untuk terus mencari pengalaman baru dan berpetualang seluas mungkin dan berjuang akan hal itu. Contohnya adalah aktif dalam organisasi-organisasi, meningkatkan partisipasi di event dan konferensi akademik berstandar internasional, terus berpetualang menghasilkan berbagai publikasi dan penemuan ilmiah, student exchange dan banyak hal lainnya. Perjuangan semacam ini kiranya terus dilakukan agar mampu mendongkrak nilai Universitas Airlangga di kancah internasional sekaligus menjadi wadah petulangan dan gudang pengalaman bagi setiap mahasiswa yang berperan aktif mewujudkannya.

Ketiga, perlunya peran aktif dari kalangan akademisi dan staf akademik. Universitas Airlangga harus terus memberdayakan para akademisi dan staf akademik sehingga jumlah dosen dan hasil riset yang memperoleh pengakuan internasional terus meningkat. Hal-hal lain yang berkaitan dengan finansial juga diperlukan untuk menggerakkan penelitian, menambah jumlah dosen, serta menambah infrastruktur.

Keempat, alumni Universitas Airlangga merupakan salah satu sumber daya yang strategis. Ketika melihat banyaknya alumni Universitas Airlangga yang sudah berkiprah di kancah nasional maupun internasional dengan berbagai pengalamannya maka diperlukan juga peran aktif alumni dalam mewujudkan Universitas Airlangga sebagai Top 500 World Class University. Rektor Universitas Airlangga, Prof. Dr. M. Nasih, S.E., M.T., Ak, mengatakan bahwa masukan dari para alumni akan digunakan sebagai bahan pembuatan rencana strategis (renstra) bagi Universitas Airlangga kedepannya.

Kelima, perlunya intensifikasi dan ekstensifikasi baik secara intern maupun ekstern. intensifikasi internal bisa dilakukan dengan peningkatan akreditasi pada setiap program studi yang ada di Universitas Airlangga dan ekstensifikasi internal bisa dilakukan dengan cara perluasan infrastuktur dan fasilitas. Selanjutnya secara ekstern, Ekstensifikasi yang bisa dilakukan Universitas Airlangga yakni memperluas kerjasama (afiliasi) antar universitas ataupun institusi yang sudah bergerak di kancah internasional.

Sumber:

http://news.unair.ac.id/2016/02/28/kejar-peringkat-500-kampus-dunia-unair-perkuat-sistem-pembelajaran/


Post Views: 2465

Leave a comment

Comments

Copyrights © 2017 All rights reserved