Berita UNAIR Pascasarjana, Rabu, 13 Maret 2024  –  Airlangga Forum ke-171 kembali menghadirkan diskusi yang relevan dengan dinamika Jawa Timur, kali ini fokus pada “Literasi Digital dan Kesehatan untuk Kebangkitan Ekonomi Jawa Timur”. Para ahli dan akademisi dari Sekolah Pascasarjana UNAIR mengupas beragam isu terkait hukum, kesehatan, dan ekonomi dalam konteks pembangunan regional.

Dr. Radian Salman, S.H., LL.M, Koordinator Program Studi Magister Sains Hukum dan Pembangunan, menyoroti tantangan dalam desentralisasi kebijakan kesehatan. “Desentralisasi yang semakin terbatas menyulitkan pemerintah daerah dalam pengelolaan kesehatan. Perlunya penyikapan dari sisi desain hukum dan penanganan isu-isu kebijakan bersama,” ujarnya. Ia juga menyinggung terkait tata kelola pemerintahan yang baik. Bahwa perangkat pemerintah daerah dalam hal pelayanan publik, kini harus mendigitalisasi juga. Melalui google review misalnya, untuk pemantauan dan evaluasi program.

Dr. Arief Hargono, drg., M.Kes., Koordinator Program Studi Magister Manajemen Bencana, membahas hubungan antara bencana alam dan kesehatan masyarakat. “Bencana alam seringkali meninggalkan dampak kesehatan yang signifikan,” ungkapnya. Ia juga meminta kita untuk bersama-sama melihat kembali, apakah respon kita terhadap bencana sudah tepat? Mengingat data menunjukkan kejadian bencana di tahun 2022 relatif lebih sedikit dibanding tahun 2021 namun, jumlah korban meningkat.

Dari perspektif imunologi, Dr. Salma Zulqaida, S.Si., M.Si., menyoroti tantangan 2045 yang akan kita hadapi. Diantaranya penduduk yang berjumlah 9,4 milyar, proporsi lansia meningkat, teknologi akan menggantikan 40% pekerjaan, perubahan iklim, dan persaingan memperebutkan sumber daya alam. Perubahan iklim dan peningkatan populasi menjadi tantangan besar bagi sistem kesehatan. Dalam hal ini, peran imunologi sangat penting dalam mendeteksi, mencegah, dan mengendalikan penyakit. “Adapun salah satu pengobatan yang sangat potensial dikembangkan di Indonesia adalah dengan pengobatan herbal,” ujar dosen magister imunologi ini.

Dr. Ni Made Sukartini, S.E., M.Si., MIDEC, Koordinator Program Studi Magister Ekonomi Kesehatan, membahas keterkaitan antara kesehatan dan pertumbuhan ekonomi. “Kesehatan masyarakat menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Upaya-upaya dalam meningkatkan kesehatan publik akan berkontribusi pada kesejahteraan ekonomi Jawa Timur,” tuturnya. Hal tersebut diungkapkannya berdasarkan pada fungsi L dalam ekonomi yaitu tenaga kerja. Bahwa agar kuantitas suatu barang tersebut banyak, maka aktivitas ekonomi harus berjalan, proses produksi ada, dan tenaga kerja harus berdaya saing serta sehat.

Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =
(Instagram, YouTube, Facebook, LinkedIn, Twitter, Spotify, TikTok)
https://pasca.unair.ac.id/digital-platfor

source
https://unair.ac.id/

By lanjut